Melalui baris baris yang penuh emosi, pembaca diajak menyusuri lorong-lorong perasaan yang kadang terang oleh kebahagiaan. namun juga gelap oleh kesedihan.
Ada ungkapan yang lebih indah saat dituliskan daripada diucapkan. Ada perasaan yang lebih nyaman bersembunyi dalam bait-bait sunyi daripada terucap bibir.
Buku ini berisi tentang berbagai pengalaman hidup baik penulis seperti pengalaman dalam dunia pendidikan, keluarga dan masyarakat.
Penyatuan seluruh Jepang yang sudah di depan mata, kini hancur akibat penghianatan Nagamasa - adik ipar Nobunaga & klan Azai
Buku ini adalah kumpulan puisi yang lahir dari berbagai emosi dan refleksi. Menghadirkan kisah-kisah kecil yang mungkin pernah penulis rasakan atau bayangkan.
Dalam setiap baitnya, buku kumpulan puisi ini menyulam perjalanan cinta dan kedewasaan menggambarkan kesepian yang bertransformasi menjadi harapan, mengukir pertemanan dalam kenangan, dan menemukan keindahan alam yang terpencar dari senja serta hujan.
Sebagai guru baru, bu Oishi ditugaskan mengajar dari sebuah desa nelayan yang miskin di sana dia belajar memahami kehidupan sederhana dan kasih sayang yang ditunjukkan untuk murid-muridnya
Kita sebagai manusia sering kali memiliki hati yang cukup keras. Oleh karena itu sastra ada untuk melulukan hati kita. Puisi bukan hanya sebuah karya sastra, namun juga tulisan yang dapat mewakili perasaan seseorang.
Ada cerita yang terlalu berharga untuk dilupakan dan ada perasaan yang terlalu dalam untuk diabaikan. Melalui aksara, rindu dan luka yang enggan memudar seiring waktu.